Rabu, 5-Desember-2012…
Rapat singkat disore
yang sedikit cerah itu membahas mengenai hal-hal apa saja yang akan kami
lakukan setibanya di senami hari minggu besok (red: 09-12-2012). Setiap orang
telah siap dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Matahari hampir
tergelincir, waktunya pulang. Meeting is
over!
Rasanya sudah tak sabar
menunggu datangnya hari minggu, karena sudah satu bulan mungkin kami tidak
kesana, setelah kunjungan pertama kemarin sekitar satu bulan yang lalu. Rasa
rindu akan suasana yang nyaman, kepolosan anak-anak yang dibalut tawa dan
canda, keteduhan hati para orang tua dalam menyambut niat baik kami. Sungguh
sesuatu yang benar-benar merindukan…
***
Minggu,
09-Desember-2012…
Pukul
tujuh pagi kami semua sudah berkumpul digerbang utama universitas Jambi. Dengan
sarapan seadanya yang dibawa oleh salah satu ketua rombongan. Kami berjumlah
sebelas orang harus berhadapan dengan kue sebanyak empat buah. Oh, romantic
sekali… tak jadi masalah yang penting semua senang. Nuansa kali ini terasa
berbeda, karena pada waktu pertama kali kedatangan kami kesana disepanjang
perjalanan dihantui rasa takut tak terkira. Tapi untuk yang kedua kali nya ini
rasa rindu yang membuncah seolah-olah ingin cepat mendapat obatnya…
Perjalanan
panjang nan melelahkan pun dimulai. Kali ini kami pergi menggunakan sepeda
motor, tujuh motor pun melaju kencang melintasi rute Jambi-Bulian-Senami. Tidak
banyak yang berubah disepanjang perjalanan, masih sama saat pertama berkunjung.
Alhamdulillah, selama
diperjalanan kami tak satupun mendapatkan halangan maupun rintangan. Semua
lancer, aman dan terkendali. Perjalanan kami menuju desa senami dimulai pukul
07.50 dan sampai di TKP sekitar pukul 10.00, kurang lebih dua jam kami
menghabiskan waktu dijalan.
***
Kami
memasuki medan tersulit selama perjalanan. Medan yang cukup membuat seluruh
tulang rasanya mau patah, terutama tulang pinggul. Sebab Jalan yang kami tempuh
berlubang dan hentakan yang dirasakan cukup kuat.
Tapi itu juga bukan
merupakan suatu masalah besar buat kami. Itu mudah untuk dilewati. Kira-kira
setengah jam kami menyusuri jalan berlubang itu, hingga akhirnya tiba di
senami…
Sekitar pukul 09.30
lewat kami sampai dengan selamat di dusun Senami. Rasa lelah, pegal disepanjang
perjalanan terobati setibanya kami disana. Udara segar beberapa kali menyentuh
kulit dengan lembut dan menghasilkan sensasi sejuk yang benar-benar alami. Beda
dengan udara yang ada dikota jambi, yang semakin lama dirasakan semakin panas.
Kami istirahat sebentar sekitar 15 menit sekedar melepas penat dan mengisi
perut yang terguncang sepanjang perjalanan. Ya… gorengan, itu menjadi pilihan
kami. Setelah menghabiskan masing-masing sekitar 2 gorengan, meskipun
sebenarnya ada yang sampai menghabiskan 6 gorengan juga hahahahaha… kami minta
izin dengan kepala dusun, dan bergerak menuju tempat dimana anak-anak sudah
menunggu. Sebelum menemui anak-anak yang sudah sejak tadi menunggu tak lupa
kami mengunjungi rumah cik yam, yang sudah sangat kami rindukan. Rumah
sederhana itu kini telah direnovasi seadanya dan ada sediktit penambahan luas
rumah. Kami bercengkrama dengan cik yam yang siap membuat kami tertawa dan
bahkan membuat kami terkejut dengan setiap kata yang terlontar dari mulut nya.
Sungguh mengocok perut.
Kami permisi dengan cik yam, dan bersiap melangkah ke
agenda selanjutnya yaitu perkenalan dengan anak-anak Rimba Eco-school senami,
menemukan dan mencari bakat mereka dan sekaligus membuka mindset mereka mengenai lingkungan dan pentingnya menjaga alam
sekitarnya. Kedatangan kami disambut senyum malu-malu dan muka polos mereka
saat melihat orang asing. Mereka hanya menyembulkan kepala mereka dibalik
tembok posyandu yang menjadi tempat bermain kami. Kami mendekati mereka, dan
alhasil mereka berlari kesana-kemari, kamipun memanggil mereka kembali, dan
dengan sedikit terpaksa mereka kembali berkumpul dengan kami.
Awalnya
bingung mau berbuat apa. Ya sudah kami putuskan untuk berkenalan, dengan cara
memperkenalkan diri satu persatu. Dan setelah itu agar semua ingat nama yang
lain salah satu dari kami membuat games
konsentrasi. Alhamdulillah semua adik-adik disana bingung dan hanya bisa
tertawa saat tiba gilirannya untuk menyebutkan nama kami. Berikutnya,
dilanjutkan dengan bernyanyi yang liriknyaa sudah diganti, salah satu contohnya
:
“jalan-jalan ke dusun senami, indah-indah sekali kawan. Kiri-kanan kulihat saja masih banyak pohonnya… kiri-kanan kulihat saja masih banyak pohonnya.”
Selanjutnya, kami
meminta mereka untuk menampilkan kemampuan mereka, pertama mereka malu-malu dan
saling tunjuk satu sama lain, akhirnya salah satu dari mereka memberanikan diri
untuk berpantun. Alangkah terkejutnya kami dengan pantun yang diberikan mereka,
salah satu contohnya :
“Bukan saya dak beli kain
Tunggu telunan dari sunda
Bukan saya tak mau kawin
Tunggu istrimu sudah janda”
Betapa terkejutnya kami
dan tertawa terbahak-bahak, tapi miris mendengar pantun mereka, pasalnya mereka
hanya tahu pantun-pantun tentang cinta dan sangat tidak sesuai dengan umur
mereka. Ini menjadi pelajaran sekaligus rencana kedepan untuk mengubah mindset mereka mulai dari hal-hal yang
kecil, tantangan besar untuk kami. Sangat disayangkan jika generasi seperti
mereka sudah terkontaminasi dengan ajaran yang tidak benar dari anak muda
disekitar mereka.
Sejak saat itu kami memberitahu mereka bahwa ketika kami
dating lagi minggu depan akan ada perlombaan, perlombaannya bebas bisa membuat
pantun, puisi dan lain-lain yang aada hubungannya dengan lingkungan dan alam.
Semoga dengan begitu rasa cinta mereka akan lingkungan, alam dan hutan mereka
khususnya bisa tercipta sebagai generasi “Pendekar Lingkungan dari Senami.”
Lalu,
kami mengajak mereka untuk mulai peduli lingkungan sekitar dengan cara
mengumpulkan sampah plastic dan sampah lainnya dan mulai menanamkan pada mereka
untuk selalu menjaga lingkungan terutama lingkungan sekitar rumah mereka agar
terbebas dari sampah. Hal tersebut disambut antusias dari mereka terlihat dari
semangat mereka dalam membantu kami membersihkan lingkungan sekitar posyandu
dari sampah-sampah yang menumpuk.
Saatnya istirahat, kami membagikan mereka beberapa
makanan ringan, dan kami makan bersama mereka, sungguh indah rasanya bisa
berkumpul dengan mereka yang memiliki semangat yang luar biasa. Pertemuan hari
itu selesai dan insya allah kami akan kembali kesana seminggu kemudian…
“Ya
Allah, terimakasih engkau telah karuniakan kami nikmat kesehatan sehingga kami
bisa kembali menjalankan misi kebaikan demi adik-adik kami di senami bersama
tim “Rimba Eco-school”. Bimbing kami ya Allah, agar apa yang kami lakukan bisa
berguna bagi masa depan mereka, memang tidak banyak yang bisa kami berikan,
tapi sungguh, sedikit yang kami berikan itu merupakan yang terbaik yang bisa
kami lakukan. Terus awasi langkah kami, agar kami tidak melangkah keluar dari
jalur yang telah engkau tentukan. Hanya engkau yang maha mendengar lagi maha
mengabulkan. Kabulkanlah do’a kami…
***
Semoga pelajaran berharga yang kami tinggalkan dapat
membekas dihati mereka, dan tetap mereka jalankan walaupun tanpa kami.
Perjalanan pulang kami lanjutkan sekitar pukul 2 siang. Tetapi sebelum pulang
kami berhenti dahulu di dusun sebelah yang jaraknya tidak terlalu jauh, untuk
mendata adik-adik yang berada disana…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar