Sabtu, 05 Mei 2012

TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI PROVINSI JAMBI


      Teknologi Informasi adalah teknologi yang memanfaatkan computer sebagai perangkat utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat (Sri Mulyati, 2010). Manfaat teknologi informasi dibidang pendidikan adalah sebagai alat pembelajaran yang dikenal sebagai CBE (Computer Based Education). Peranan dalam pendidikan dibagi menjadi tiga, yaitu : TUTOR, TOOL, dan TUTEE. Sebagai TUTOR digunakan computer yang berperan sebagai pengajar melalui pendekatan berbentukan computer. Sebagai TOOL computer menjadi alat untuk memudahkan proses pengajaran dan pembelajaran seperti konteks pengajaran berintegrasikan computer. Computer juga digunakan untuk melakukan pengolahan data proses pembelajaran, seperti pengolahan data nilai siswa, penjadwalan, beasiswa dan urusan akademik lainnya. Sebagai TUTEE computer berperan sebagai alat yang diajar dan bias melakukan Tanya jawab atau dialog dengan computer yang biasa disebut dengan CAI (Computer Assist Instruction) (Robert Taylor, 1986).
            Secara umum, Perkembangan teknologi informasi di Indonesia sudah semakin terasa kemajuannya. Contohnya internet, dengan internet kita bisa mencari segala sesuatunya sesuai kebutuhan dan bidang kita masing-masing. Sekarang para mahasiswa dimudahkan dalam mencari referensi e-book, jurnal ilmiah, laporan bahkan dalam urusan beasiswa sekarang telah menggunakan system online. Bahkan kita bisa belajar lewat internet melalui buku-buku atau modul-modul yang telah disiapkan untuk menambah wawasan kita, jadi kita tidak hanya terpaku untuk belajar disekolah atau kampus saja dan kita bisa belajar mandiri kapanpun dan dimanapun.
            Tidak hanya di Indonesia pada umumnya, terkhusus daerah-daerah terpencil sudah bisa menikmati fasilitas internet yang ada. Meskipun tidak seleluasa di daerah yang memang sudah lebih maju. Seperti Jambi khususnya Universitas Jambi, teknologi informasi sudah berkembang pesat sebagai contoh kita dapat melihat berbagai kemajuan di Unja terutama dalam bidang teknologi informasi, sekarang system penerimaan mahasiswa baru atau pendaftaran sudah menggunakan system online. Dengan begitu para mahasiswa diberi kemudahan dalam urusan pendaftaran sehingga tidak perlu menunggu waktu lama atau bahkan mengantri untuk sekedar membeli formulir pendaftaran.
            Tidak hanya dampak positif dari perkembang teknologi informasi yang dapat kita rasakan, terdapat pula dampak negatifnya dari internet itu sendiri. I Made Wiryana 2005 pakar teknologi informasi Indonesia berpendapat bahwa potensi-potensi kerugian yang disebabkan pemanfaatan teknologi informasi yang kurang tepat menimbulkan dampak sebagai berikut :
  • ·        Rasa ketakutan
  • ·        Ketersingan
  • ·        Golongan miskin informasi dan minoritas
  • ·        Pentingnya individu
  • ·        Tingkat kompleksitas serta kecepatan yang sudah tak dapat ditangani
  • ·        Makin rentannya organisasi
  • ·        Dilanggarnya privasi
  • ·        Pengangguran dan pemindahan kerja
  • ·        Kaburnya citra manusia.

Berbagai dampak negative diatas sebenarnya dapat kita atasi apabila kita mengerti dan faham betul fungsi utama internet. Dengan begitu diharapkan kita dapat memanfaatkan internet sebagaimana mestinya. Internet memberi berbagai kemudahan didalam kehidupan sehari-hari baik dalam bidang pendidikan, bidang advertisement, maupun bidang politik. Dalam bidang pendidikan seperti yang telah dijelaskan diatas, internet berguna sebagai sarana pengajaran, informasi melalui e-book, jurnal, dll. Dalam bidang advertisement internet berguna untuk sarana hiburan, karena banyak memberi hiburan melalui game online, video music, serta video yang berbau ilmiah.
Berbagai berita terbaru juga dapat kita jumpai dengan mudah di internet, karena internet menyuguhkan berbagai berita ter up to date. Selain itu informasi mengenai lowongan pekerjaan pun dengan mudah dapat kita jumpai di internet. Sekarang jarak bukanlah sesuatu hal yang dapat menjadi penghambat dalam berkomunikasi. Bahkan sekarang kita dapat berkomunikasi antar Negara tanpa harus pergi langsung ke Negara tersebut.
Jadi, manfaat teknologi informasi (internet) tentu menjadi media yang memudahkan kita untuk saling berkomunikasi atau berinteraksi secara tidak langsung kepada seluruh orang didunia. Tetapi ingat, kita tidak boleh meninggalkan kodrat kita sebagai makhluk social yang membutuhkan orang lain, kerap kali orang kalau sudah berkutat dengan dunia maya dengan mudah melupakan dunia nyata. Seolah-olah bisa hidup tanpa orang lain di sekelilingnya.





DAFTAR PUSTAKA
Mulyati S. 2010. Pengantar Teknologi Informasi. Erlangga. Jakarta.

Rabu, 02 Mei 2012

3 + 3 = 6 “Pendekar Bokis”



           Kami adalah sekelompok pendekar. Tapi tak seperti pendekar kebanyakan yang bertugas menolong yang lemah, membasmi serangga, eh.. kejahatan maksudnya. “Jauh panggang dari api!” Itulah kami sekelompok pendekar yang hobinya lain dari pada yang lain, istilahnya different! Hobi kami cukup sederhana.. “Bokis!” Ya itu hobi kami. Bahkan sepertinya hobi kami bakal dijadiin salah satu mata kuliah wajib disetiap Universitas. (jangan sampe deh!)
            Tapi sebelumnya, kalian tahu donk apa itu Bokis? Pastinya tahu dong ya.
Apa... gak tahu??? Hari gini.. mak gue aja tahu. Masak kalian gak tahu! Payah. Oke-oke it’s not a big problem. Gue jelasin deh, bokis itu sebenarnya berasal dari bahasa betawi sono (katanya-katanya) yang mengandung arti : “Bohong”. Pasti tahu bohong dong?? Anaknya pak mamat.
***
“Selamat Datang Mahasiswa Baru
di
Pengenalan Kehidupan Kampus”
            Spanduk besar nan eksotis itu terpampang garang di gerbang masuk Universitas. Di tambah aksen api yang berkobar melambangkan semangat membara senior untuk mengospek kami. Yang terlintas dibenak gue saat mendengar kata-kata ospek yaitu senioritas yang kejam dan menakutkan. Meskipun sudah berganti nama dari “Ospek” hijrah ke “PKK” namun tetap saja ada senioritas disana. Mungkin versinya lebih sedikit.
            Sebagai Mahasiswa Baru, tentu gue canggung banget untuk melakukan segala hal. Bukan karena gue gak tahu atau apalah. Tapi penampilan gue ini loh! Mulai dari kepala botak, pake tas karung goni, kaos kaki beda warna, tali sepatu beda warna, yang lebih menyedihkan lagi foto ala pendekar terpampang dengan jelas di masing-masing kokarde Mahasiswa Baru. Sungguh sesuatu bukan!
            Sekali lagi it’s not a big problem! Gue melangkah ragu-ragu karena didepan berkumpul sekelompok maru yang tengah dihukum karena mereka telat.
            “Woii.. maru. Cepattt!” Teriak sang pemimpi, eh.. sang senior.
            “Ya ampun.. Ini senior apa preman pasar sih.” Ucap gue pelan.
            “Kenapa kalian pada telat.. hah??”
            Kami mulai mengeluarkan argumen serta alasan-alasan terbaik.
“Ee.. Saya terjebak macet kak.” (Padahal berangkatnya subuh loh, mana mugkin macet!)
“Emm.. Saya kesiangan kak kan semalam tadarusan sampe sahur.”
“Saya dandan dulu dong kak, kakak mau ngeliat muka saya kusut?” (Ya ampun ni cewek masih sempat-sempatnya menggoda kakak garang.)
“Kalo saya Kak, ada peralatan yang tinggal, jadi saya pulang lagi deh.”
“Cukup. Cukup! Kalian banyak banget alasannya. Yang namanya telat tetap telat. Mengerti kalian!”
“Mengerti Kaaaakkkkk..!!” Teriak kami barengan.
Gue dan yang lainnya melanjutkan perjalanan ke ruang aula yang begitu besar. Disana acara PKK-nya berlangsung. Tadi itu baru digerbang loh, kami sudah dapat hukuman. Ditengah perjalanan kami saling menghujat senior satu sama lain. Saking enaknya ngobrol sambil jalan kaki, kami lupa berkenalan satu sama lain. Parah! Padahal topik pembicaraan udah ngelantur kesana-kemari mencari alamat jeng..jeng. lupakan!
            Kami selesai berkenalan. Yuda, Novi, Dodi, Dian, Sintia (semuanya bukan nama asli). Oh ya, my name is denny sumargo. Biasa dipanggil sumar (SUsah MARah).
 Yuda katanya sih berasal dari bandung, setelah gue teliti jelas bohong banget.
Novi katanya dari palembang, padahal jelas-jelas kelihatan banget medannya bah.
Dodi asalnya dari aceh, nah yang ini nih bohongnya keterlaluan, kalo dia emang dari aceh so pasti udah kelelep gelombang tsunami dong ya?.
Dian terlihat solehah dengan balutan jilbab panjang membentang. Si dian ini yang pake alasan tadarus tadi. Gak yakin sih. Tapi ketutup sama jilbab. And the last one,
Sintia saya ulangi SINTIA. Ngakunya blasteran jerman – indo gitu. Bego banget kalo gue percaya. Ini dia orang yang pake alasan dandan tadi. Anak muda zaman sekarang.
Sepertinya Cuma gue yang seratus persen jujur. Gue berasal dari Bali, di Bali biasa dipangggil Bli Sumar. (sebenarnya juga ngawur – ngidul).
Cukup perkenalannya.
            Aula Pengenalan Kehidupan Kampus.
            Kami berenam melangkah patah-patah menuju ruang pembantaian. Itu yang ada dibenak kami sekarang. Kami disambut dengan delikan mata sang senior baik pria maupun wanita, mereka ini dipilih melalui seleksi ketat loh. Hanya senior yang memenuhi kualifikasi seperti ; kebulatan atau kebesaran mata diatas normal dan frequensi atau gelombang suara melebihi kilat yang menyambar, serta ketegangan urat leher mencapai 100 N/m2, yang boleh jadi pembantai.
            Setelah masuk dan mengikuti kegiatan dengan penuh hikmat dan kesadaran, akhirnya apa yang ada dibenak gue dan teman-teman gue yang lain mengenai kekejaman para senior sewaktu ospek ternyata berbanding terbalik, tegak lurus dan maya. Prosesi PKK kami jalani selama satu minggu, 2 hari untuk Universitas, 2 hari untuk Fakultas dan 3 hari untuk Program Studi yang dipilih. Menyenangkan dan give me many experience, and new spirit!
Pengenalan Kehidupan Kampus usai. Hari ini kuliah perdana. Dan ternyata... kami ber-enam satu prodi. Lengkap sudah. Kami mahasiswa aktif difakultas kedokteran (sebenarnya tidak), ini hanya salah satu kebohongan yang kami lakukan saat membeli keperluan praktikum biologi pertama.
            “Buk, wortel sama bengkoangnya setengah kilo ya.” Kata novi.
            “Iya tunggu sebentar,” Jawab Ibu tersebut.
            “Tapi Buk, bengkoangnya gak ada yang masih ada akar gitu ya?”
            “Gak ada lah dek, kalo mau yang berakar cabut sendiri sono dikebun!” Ibuk itu terkekeh.
Sebenarnya yang cari masalah itu ya Ibu ini, oke Bokis is Begin. Saatnya beraksi.
            “Ini buat praktikum loh Buk, bukan buat dimakan!” Jawab Sintia kesal.
            “Kalian kuliah dimana?” (penting gak sih ni Ibu nanya ginian!)
            “Kami kuliah di **** (sensor).” Sambung Yuda.
            “ohhh.. anak Ibu juga disana loh, fakultas keperawatan! Kalian fakultas apa?”
            “Bilang aja kedokteran nov.” Bisik dodi.
“Kami kebetulan kedokteran buk!” Jawab Novi santai.
“Semester berapa?” tanya Ibu ingin tahu.
“Satu Buk!” Gue langsung memotong.
Kami berlima berlalu meninggalkan Novi, karena udah gak tahan mau tertawa sekuat-kuatnya. Kami pun pulang dengan wajah masih memerah menahan ketawa. Sebenarnya masih banyak kebokisan gokil lainnya, tapi gak mungkin kan gue muat satu-persatu. Satu pesan saya :
“DON’T TRY THIS (BOKIS) AT HOME! Karena Bokis dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Waspadalah..waspadalah!”